Mahasiswa ISTTS Kembangkan Aplikasi “Teman Keluarga” untuk Lansia

author Robertus Riski

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa ISTTS berfoto usai meraih Juara 2 lewat aplikasi “Teman Keluarga”.
Mahasiswa ISTTS berfoto usai meraih Juara 2 lewat aplikasi “Teman Keluarga”.

i

TUJUHPAGI – Di tengah kesibukan anak muda mengejar deadline, scroll TikTok, dan kerja remote, kadang urusan orang tua di rumah suka terlewat. Nah, tiga mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) punya ide yang cukup mengena di hati, yaitu membuat aplikasi buat membantu keluarga tetap terhubung sama orang tua yang sudah sepuh.

Namanya “Teman Keluarga”. Aplikasi ini bukan cuma unggul secara ide, tapi juga memenangkan kompetisi. “Teman Keluarga” sukses meraih Juara 2 di ajang Flutter Fusion Competition 2026, lomba pengembangan aplikasi tingkat nasional yang diadakan GDG Surabaya, Flutter Surabaya, dan AI/ML Surabaya.

Tim pembuatnya terdiri dari Alexander Erick, Kevin Jonathan Halim, dan Jenny Elizabeth Alim. Mereka berangkat dari keresahan sederhana, bagaimana caranya tetap bisa mengawasi kesehatan orang tua tanpa harus 24 jam di rumah.

“Teman Keluarga” akhirnya lahir sebagai aplikasi yang mencampurkan teknologi, empati, dan sedikit sentuhan AI biar tidak terlalu kaku. Fitur yang tidak sekadar canggih. Fitur-fiturnya lumayan lengkap dan terasa “manusiawi”.

Ada Medication Reminder biar orang tua tidak lupa minum obat, SOS Button buat panggilan darurat, dan Friend with AI yang bisa menemani ngobrol biar nggak kesepian.

Selain itu, ada juga Family Chat Room buat ngobrol bareng keluarga, Gamifikasi Aktivitas Harian supaya lansia tetap aktif, dan Memory Book buat menyimpan kenangan digital keluarga.

“Kami pengin bikin aplikasi yang nggak cuma fungsional, tapi juga bikin keluarga tetap dekat meski jarak jauh,” kata Alexander Erick, mewakili timnya.

Lomba yang tidak sekedar soal UI Flutter Fusion Competition ini bukan lomba biasa. Para jurinya sudah kelas internasional: Sidiq Permana (GDE Android) dan Joshua de Guzman (Flutter GDE Filipina). Mereka menilai dari inovasi, fungsi, teknologi, sampai dampak sosial.

Kompetisi ini menekankan integrasi antara Flutter (frontend), cloud computing (infrastruktur), dan kecerdasan buatan (AI). Jadi, bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal otak di baliknya.

Dapat Dukungan dari Kampus

Prof. Dr. Ir. Esther Irawati, penasehat tim sekaligus Lead Organiser GDG Surabaya, ikut bangga. “Cara mereka menggabungkan efisiensi Flutter dengan skalabilitas cloud dan kecerdasan AI menunjukkan potensi besar generasi muda di bidang teknologi,” ujarnya.

Yanti, Humas ISTTS, juga menambahkan kalau prestasi ini bukti bahwa mahasiswa Surabaya punya daya saing tinggi di dunia pengembangan aplikasi. Bukan sekadar aplikasi, tapi gerakan kecil yang hangat dengan jumlah penduduk lansia Indonesia yang diprediksi mencapai 28 juta jiwa pada 2035, “Teman Keluarga” terasa relevan banget.

Aplikasi ini bisa jadi jembatan antara generasi yang sibuk dengan generasi yang butuh perhatian. Karena, kalau teknologi bisa bikin kita makin dekat dengan orang tua, kenapa nggak?

Berita Terbaru

Mengenal Dopamin Crash, Fenomena Ilmiah di Balik Rasa Deg-degan Saat Suka

Mengenal Dopamin Crash, Fenomena Ilmiah di Balik Rasa Deg-degan Saat Suka

Kamis, 19 Feb 2026 17:46 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 17:46 WIB

TUJUHPAGI -  Fenomena dopamin crash kian populer di media sosial untuk menggambarkan perasaan berdebar dan euforia saat menyukai seseorang. Istilah ini memang …

RS Kemenkes Surabaya Perkuat Layanan Kanker Berbasis Kolaborasi

RS Kemenkes Surabaya Perkuat Layanan Kanker Berbasis Kolaborasi

Kamis, 18 Des 2025 17:09 WIB

Kamis, 18 Des 2025 17:09 WIB

TUJUHPAGI - Peluncuran layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi di RS Kemenkes Surabaya bukan sekadar menambah alat atau gedung baru. Ini soal cara rumah…

Nada dari Pinggir Kali: Musik yang Menyapa Untuk Korban Banjir di Sumatra

Nada dari Pinggir Kali: Musik yang Menyapa Untuk Korban Banjir di Sumatra

Kamis, 11 Des 2025 23:38 WIB

Kamis, 11 Des 2025 23:38 WIB

  TUJUHPAGI - Surabaya sore itu tidak terlalu ramai. Tapi dari sebuah warung kopi di tepi kali, terdengar denting gitar dan tepuk tangan kecil. Bukan konser …

Lengserkan Mantan dari Jabatannya, Supaya Kamu Move On

Lengserkan Mantan dari Jabatannya, Supaya Kamu Move On

Selasa, 09 Des 2025 14:44 WIB

Selasa, 09 Des 2025 14:44 WIB

Ditulis oleh : Je Perdana   TUJUHPAGI- Mantan dalam penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata sifat yang bermakna bekas pemangku jabatan …

Elegi Gajah di Tanah yang Kian Gundah

Elegi Gajah di Tanah yang Kian Gundah

Sabtu, 06 Des 2025 13:24 WIB

Sabtu, 06 Des 2025 13:24 WIB

TUJUHPAGI - Sore itu turun perlahan seperti napas hari yang mulai mereda. Cahaya jingga menetes di antara dedaunan basah; hutan yang dulu megah kini hanya …

You and Everything Else: Tentang Cinta yang Belajar Melepaskan

You and Everything Else: Tentang Cinta yang Belajar Melepaskan

Rabu, 05 Nov 2025 14:49 WIB

Rabu, 05 Nov 2025 14:49 WIB

TUJUHPAGI - Ada film yang tidak sekadar ditonton, tapi dirasakan. Ia menyelinap pelan ke dalam dada, seperti udara dingin di gunung yang menyentuh kulit, lalu…