Mengenal Dopamin Crash, Fenomena Ilmiah di Balik Rasa Deg-degan Saat Suka

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi oleh AI
Ilustrasi oleh AI

i

TUJUHPAGI -  Fenomena dopamin crash kian populer di media sosial untuk menggambarkan perasaan berdebar dan euforia saat menyukai seseorang. Istilah ini memang bukan istilah medis resmi, namun berkaitan dengan proses biologis di otak yang memicu rasa senang, antisipasi, dan dorongan emosional ketika seseorang mengalami ketertarikan romantis.

Apa Itu Dopamin Crash?

Secara sederhana, dopamin crash merujuk pada lonjakan hormon dopamin di otak saat seseorang menaruh rasa suka. Kondisi ini kerap muncul ketika menunggu balasan pesan, melihat nama orang yang disukai muncul di layar ponsel, atau menerima perhatian darinya.

Dopamin merupakan neurotransmitter yang berperan dalam sistem penghargaan (reward system) otak. Zat kimia ini tidak hanya aktif saat seseorang merasa senang, tetapi justru meningkat ketika ada antisipasi terhadap sesuatu yang menyenangkan.

Bagaimana Mekanismenya di Otak?

Dalam prosesnya, beberapa area otak seperti ventral tegmental area (VTA) dan nucleus accumbens terlibat dalam menghasilkan sensasi euforia dan dorongan untuk mengulangi pengalaman menyenangkan tersebut.

Lonjakan dopamin inilah yang membuat fase awal ketertarikan terasa intens. Seseorang bisa mengalami peningkatan energi, fokus yang menyempit pada satu sosok, hingga perasaan seolah “melayang”.

Mengapa Terasa Seperti Ketagihan?

Fenomena ini semakin kuat ketika respons dari orang yang disukai tidak menentu. Balasan pesan yang kadang cepat, kadang lambat, justru memicu rasa penasaran lebih besar.

Ketidakpastian tersebut memperkuat kerja sistem penghargaan di otak. Akibatnya, pikiran sulit lepas dari sosok tersebut, suasana hati bergantung pada responsnya, dan kecemasan muncul saat tidak ada kabar.

Secara psikologis, pola ini serupa dengan mekanisme penghargaan yang membuat seseorang terdorong untuk terus mengulang perilaku tertentu.

Perbedaan dengan Cinta yang Lebih Stabil

Pada tahap awal hubungan, dopamin cenderung dominan sehingga emosi terasa menggebu dan penuh antisipasi. Namun, ketika hubungan berkembang lebih jauh, hormon seperti oksitosin dan vasopresin berperan membangun rasa aman dan keterikatan jangka panjang.

Jika dopamin crash identik dengan gejolak dan intensitas tinggi, cinta yang matang cenderung lebih stabil, tenang, dan realistis.

Cara Menyikapi Agar Tetap Sehat

Perasaan suka merupakan hal yang wajar. Namun, jika perhatian dan emosi sepenuhnya terpusat pada satu orang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, diperlukan pengelolaan yang bijak.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi frekuensi mengecek media sosial, mengalihkan perhatian pada aktivitas produktif seperti olahraga atau hobi, serta membedakan antara fantasi dan kenyataan.

Menjaga rutinitas dan identitas diri di luar hubungan juga menjadi kunci agar perasaan tetap seimbang.

Fenomena dopamin crash menunjukkan bahwa rasa suka tidak hanya melibatkan emosi, tetapi juga proses kimiawi di otak. Memahami mekanismenya membantu seseorang menikmati fase ketertarikan secara wajar tanpa kehilangan kendali. Dalam keseimbangan yang tepat, perasaan tersebut dapat menjadi bagian alami dari dinamika hubungan manusia. 

*Ditulis oleh Sekar Arum
Tag :

Berita Terbaru

RS Kemenkes Surabaya Perkuat Layanan Kanker Berbasis Kolaborasi

RS Kemenkes Surabaya Perkuat Layanan Kanker Berbasis Kolaborasi

Kamis, 18 Des 2025 17:09 WIB

Kamis, 18 Des 2025 17:09 WIB

TUJUHPAGI - Peluncuran layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi di RS Kemenkes Surabaya bukan sekadar menambah alat atau gedung baru. Ini soal cara rumah…

Nada dari Pinggir Kali: Musik yang Menyapa Untuk Korban Banjir di Sumatra

Nada dari Pinggir Kali: Musik yang Menyapa Untuk Korban Banjir di Sumatra

Kamis, 11 Des 2025 23:38 WIB

Kamis, 11 Des 2025 23:38 WIB

  TUJUHPAGI - Surabaya sore itu tidak terlalu ramai. Tapi dari sebuah warung kopi di tepi kali, terdengar denting gitar dan tepuk tangan kecil. Bukan konser …

Lengserkan Mantan dari Jabatannya, Supaya Kamu Move On

Lengserkan Mantan dari Jabatannya, Supaya Kamu Move On

Selasa, 09 Des 2025 14:44 WIB

Selasa, 09 Des 2025 14:44 WIB

Ditulis oleh : Je Perdana   TUJUHPAGI- Mantan dalam penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata sifat yang bermakna bekas pemangku jabatan …

Elegi Gajah di Tanah yang Kian Gundah

Elegi Gajah di Tanah yang Kian Gundah

Sabtu, 06 Des 2025 13:24 WIB

Sabtu, 06 Des 2025 13:24 WIB

TUJUHPAGI - Sore itu turun perlahan seperti napas hari yang mulai mereda. Cahaya jingga menetes di antara dedaunan basah; hutan yang dulu megah kini hanya …

You and Everything Else: Tentang Cinta yang Belajar Melepaskan

You and Everything Else: Tentang Cinta yang Belajar Melepaskan

Rabu, 05 Nov 2025 14:49 WIB

Rabu, 05 Nov 2025 14:49 WIB

TUJUHPAGI - Ada film yang tidak sekadar ditonton, tapi dirasakan. Ia menyelinap pelan ke dalam dada, seperti udara dingin di gunung yang menyentuh kulit, lalu…

Nestapa Kali Surabaya, Ruang Hidup yang Terlilit Mikroplastik

Nestapa Kali Surabaya, Ruang Hidup yang Terlilit Mikroplastik

Rabu, 05 Nov 2025 07:58 WIB

Rabu, 05 Nov 2025 07:58 WIB

  TUJUHPAGI - Membayangkan, sungai itu dulu hidup. Airnya jernih, arusnya tenang, dan di tepinya orang menjemur pakaian sambil bercakap-cakap. Tapi kini, Kali …