Kita Tidak Sedang Belanja, Kita Sedang Dikalahkan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

TUJUHPAGI - Bayangkan. Seseorang duduk berlama lama dalam diam. Laptop menyala. Ponsel di tangan. Secangkir kopi di samping. Tenang. Tapi pikirannya tidak. Ia sedang berbelanja. Atau lebih tepatnya: sedang berunding dengan dirinya sendiri.

Ini zaman baru. Dulu, orang ke pasar membawa daftar belanja. Sekarang, daftar itu kalah oleh notifikasi.

“Flash sale 70%.”  
“Terbatas hanya hari ini.”  
“Stok tinggal 3.”

Yang dibeli sering kali bukan yang dibutuhkan. Tapi yang ditakuti akan hilang. Saya sering bertanya: ketika belanja online, mana yang sebenarnya lebih penting? Harga murah atau kebutuhan? Jawabannya tidak sederhana.

Diskon itu menggoda. Ia seperti teman lama yang datang tiba-tiba, membawa kabar baik—padahal belum tentu penting. Kita merasa beruntung. Padahal bisa jadi sedang dikalahkan. Kebutuhan itu diam. Tidak berisik. Tidak muncul dalam notifikasi. Tapi justru itulah yang sering dilupakan.

Di layar laptop, pilihan begitu banyak. Di layar ponsel, semuanya terasa lebih dekat. Terlalu dekat. Sampai-sampai batas antara “ingin” dan “butuh” menjadi kabur. Orang membeli dua. Padahal cukup satu. Orang membeli sekarang. Padahal tidak perlu hari ini. Belanja online telah mengubah cara kita mengambil keputusan. Dulu, kita berpikir dulu baru membeli. Sekarang, kita membeli dulu—baru berpikir.

Yang menarik, semua itu terjadi dalam suasana santai. Duduk. Minum kopi. Tidak ada tekanan. Padahal, justru di situlah tekanannya. Tekanan untuk tidak ketinggalan, untuk merasa hemat dan merasa “sayang kalau tidak dibeli”. Kegelisahan manusia jaman sekarang, tentang manusia modern yang tidak lagi bertarung dengan harga. Tapi dengan dirinya sendiri. Dan sering kali—kalah.

Berita Terbaru

Arthur Rusli Debut di Australian Masters 2026, Harumkan Indonesia

Arthur Rusli Debut di Australian Masters 2026, Harumkan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 13:37 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:37 WIB

TUJUH PAGI – Semangat pantang menyerah khas Arek Suroboyo ditunjukkan Arthur James Rusli di kancah golf internasional. Pegolf junior asal Surabaya ini sukses m…

Jalan Kaki ke Kodam, Mahasiswa Tuntut Kasus Andrie Yunus Dibuka Terang

Jalan Kaki ke Kodam, Mahasiswa Tuntut Kasus Andrie Yunus Dibuka Terang

Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB

TUJUH PAGI - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara Jawa Timur mendatangi Markas Kodam V/Brawijaya di Surabaya. Mereka membawa satu …

Aksi Warga Prigen Tolak Proyek Wisata Terpadu, Hutan Lindung 22,5 Hektare Terancam Deforestasi

Aksi Warga Prigen Tolak Proyek Wisata Terpadu, Hutan Lindung 22,5 Hektare Terancam Deforestasi

Senin, 30 Mar 2026 07:00 WIB

Senin, 30 Mar 2026 07:00 WIB

TUJUHPAGI - Minggu pagi (29/03) jalanan Prigen sudah tak lagi lengang. Ribuan wajah memadati ruas menuju kawasan yang dulu hutan, kini perlahan berubah menjadi…

Catatan Malam Ramadan Dari Pengeras Suara hingga Sunyi Doa

Catatan Malam Ramadan Dari Pengeras Suara hingga Sunyi Doa

Selasa, 17 Mar 2026 07:00 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 07:00 WIB

Tujuhpagi - Adakah malam yang lebih dirindukan, selain malam-malam di bulan Ramadhan? Malam qiyamul lail. Dzikir. Salat. Dan ibadah yang menjelma sunyi. Malam…

KontraS Soroti Mandeknya Reformasi Kepolisian

KontraS Soroti Mandeknya Reformasi Kepolisian

Senin, 16 Mar 2026 07:00 WIB

Senin, 16 Mar 2026 07:00 WIB

Tujuhpagi – Kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus kekerasan oleh polisi terus m…

Mengapa Perempuan Surabaya Terus Turun ke Jalan?

Mengapa Perempuan Surabaya Terus Turun ke Jalan?

Rabu, 11 Mar 2026 07:00 WIB

Rabu, 11 Mar 2026 07:00 WIB

TUJUHPAGI - Langkah-langkah perempuan memenuhi ruas jalan dari Basuki Rahmat menuju Gedung Grahadi, Surabaya. Poster-poster diangkat tinggi, berisi kritik, …