Lautan Jaket Hijau di Surabaya, Suara Driver Online Menuntut Keadilan Tarif

author M.Iffan Maulana

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

TUJUHPAGI - Pagi itu, Surabaya dipenuhi lautan jaket hijau. Sekitar 1.000 driver yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal atau DOBRAK bergerak dari Bundaran Waru menuju DPRD Jawa Timur, Selasa (28/4/2026), untuk menuntut keadilan tarif dan regulasi yang dianggap belum berpihak pada pengemudi.

Mereka datang dari berbagai layanan, mulai dari ojek online hingga taksi online. Dengan membawa spanduk, poster, dan kendaraan operasional, para driver menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah menegakkan aturan serta memberikan sanksi kepada aplikator yang dinilai tidak menjalankan Surat Keputusan Gubernur yang sudah ditetapkan dua tahun lalu.

Rombongan driver online bergerak menuju DPRD Jawa Timur dalam aksi menuntut keadilan tarif. Rombongan driver online bergerak menuju DPRD Jawa Timur dalam aksi menuntut keadilan tarif. (M.Iffan)Rombongan driver online bergerak menuju DPRD Jawa Timur dalam aksi menuntut keadilan tarif. Rombongan driver online bergerak menuju DPRD Jawa Timur dalam aksi menuntut keadilan tarif. (M.Iffan)

Arif Widiyanto, salah satu driver sekaligus Ketua Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA) Sidoarjo, menyoroti ketimpangan tarif yang masih mereka alami. Untuk satu kali pengantaran, tarif dinilai terlalu kecil, bahkan bisa turun drastis ketika ada pesanan tambahan dalam satu perjalanan.

Ia juga mengkritik program hemat untuk roda empat yang tarifnya jauh di bawah ketentuan. Menurutnya, yang semestinya Rp3.800 per kilometer justru hanya berada di kisaran Rp2.600 hingga Rp2.800 per kilometer.

Massa driver menyuarakan protes terhadap kebijakan tarif aplikator yang dinilai merugikan pengemudi. Massa driver menyuarakan protes terhadap kebijakan tarif aplikator yang dinilai merugikan pengemudi. (Foto: M.Iffan)Massa driver menyuarakan protes terhadap kebijakan tarif aplikator yang dinilai merugikan pengemudi. Massa driver menyuarakan protes terhadap kebijakan tarif aplikator yang dinilai merugikan pengemudi. (Foto: M.Iffan)

Di sisi lain, David Walalangi, perwakilan humas DOBRAK, menyebut pihaknya sudah menyampaikan aspirasi kepada legislatif. Namun, perjuangan belum selesai. Menurutnya, solusi tidak bisa hanya diserahkan kepada aplikator karena mereka akan terus mengikuti mekanisme persaingan harga.

David menilai pemerintah harus hadir sebagai regulator melalui pembentukan perda yang tegas dan tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa persoalan transportasi online terus berulang setiap tahun dan semakin rumit dengan hadirnya aplikator baru yang memicu perang tarif.

Seorang driver online mengangkat poster tuntutan saat aksi DOBRAK di Surabaya, Selasa (28/4/2026). Seorang driver online mengangkat poster tuntutan saat aksi DOBRAK di Surabaya, Selasa (28/4/2026). (Foto: M. Iffan)Seorang driver online mengangkat poster tuntutan saat aksi DOBRAK di Surabaya, Selasa (28/4/2026). Seorang driver online mengangkat poster tuntutan saat aksi DOBRAK di Surabaya, Selasa (28/4/2026). (Foto: M. Iffan)

Menjelang sore, massa mulai membubarkan diri. Namun bagi para driver, aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk memperjuangkan tarif yang adil dan perlindungan yang lebih pasti di jalanan. (Fan)

Berita Terbaru

Museum De Javasche Bank Surabaya Menyala oleh Kartini, Aksara Jawa, dan UMKM

Museum De Javasche Bank Surabaya Menyala oleh Kartini, Aksara Jawa, dan UMKM

Senin, 27 Apr 2026 07:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 07:00 WIB

TUJUHPAGI -  Siang itu Museum De Javasche Bank Surabaya tidak seperti museum. Ia lebih mirip pasar gagasan. Ramai. Penuh. Hidup. Orang datang dari banyak arah. …

Kelurahan Penanggungan Bentuk Posyandu Disabilitas, Layanan Didekatkan ke Warga

Kelurahan Penanggungan Bentuk Posyandu Disabilitas, Layanan Didekatkan ke Warga

Minggu, 26 Apr 2026 17:50 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 17:50 WIB

TUJUHPAGI - Ada yang berbeda di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Program untuk penyandang disabilitas tidak lagi berhenti pada…

Kita Tidak Sedang Belanja, Kita Sedang Dikalahkan

Kita Tidak Sedang Belanja, Kita Sedang Dikalahkan

Jumat, 17 Apr 2026 07:00 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 07:00 WIB

TUJUHPAGI - Bayangkan. Seseorang duduk berlama lama dalam diam. Laptop menyala. Ponsel di tangan. Secangkir kopi di samping. Tenang. Tapi pikirannya tidak. Ia…

Arthur Rusli Debut di Australian Masters 2026, Harumkan Indonesia

Arthur Rusli Debut di Australian Masters 2026, Harumkan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 13:37 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:37 WIB

TUJUH PAGI – Semangat pantang menyerah khas Arek Suroboyo ditunjukkan Arthur James Rusli di kancah golf internasional. Pegolf junior asal Surabaya ini sukses m…

Jalan Kaki ke Kodam, Mahasiswa Tuntut Kasus Andrie Yunus Dibuka Terang

Jalan Kaki ke Kodam, Mahasiswa Tuntut Kasus Andrie Yunus Dibuka Terang

Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB

TUJUH PAGI - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara Jawa Timur mendatangi Markas Kodam V/Brawijaya di Surabaya. Mereka membawa satu …

Aksi Warga Prigen Tolak Proyek Wisata Terpadu, Hutan Lindung 22,5 Hektare Terancam Deforestasi

Aksi Warga Prigen Tolak Proyek Wisata Terpadu, Hutan Lindung 22,5 Hektare Terancam Deforestasi

Senin, 30 Mar 2026 07:00 WIB

Senin, 30 Mar 2026 07:00 WIB

TUJUHPAGI - Minggu pagi (29/03) jalanan Prigen sudah tak lagi lengang. Ribuan wajah memadati ruas menuju kawasan yang dulu hutan, kini perlahan berubah menjadi…